Mengenal Proses Pengawetan Bahan Pangan

Kandungan masing-masing pengawet digunakan untuk memperpanjang waktu penyimpanan produk pangan. Bahan pengawet ini dapat mengurangi aktivitas mikroba dalam penguraian, fermentasi atau pembuatan asam pada makanan.

Pengawet dapat berasal dari sumber alami dan sintetis. Dalam penerapan bahan pengawet menjadi pilihan dengan jenis makanan yang akan diawetkan. Hal ini dikarenakan setiap makanan memiliki sifat dan karakter yang berbeda sehingga pencegahan mikroba berbahaya juga berbeda.

Keuntungan dalam Penggunaan Pengawet

Untuk mewujudkan penggunaan bahan pengawet, mikroba dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan produk pangan agar tidak mudah rusak. Namun pengawet sintetik khusus dapat mempengaruhi kesehatan konsumen. Penerapan bahan pengawet harus sesuai dengan takaran atau takaran khusus untuk jenis makanannya.

Produk pangan industri biasanya ditambahkan pengawet untuk menjaga kualitas produk dan menghindari umur panjang. Dengan akses ke waktu penyimpanan yang cukup untuk mencapai distribusi pemasaran produk. Juga dengan penyimpanan produk dapat dirancang dengan baik.

Secara alami, pengawet makanan juga tersedia di makanan ini. Namun, persentase yang sangat kecil memiliki sedikit kemampuan pengawetan. Dengan penambahan bahan pengawet sintetis dapat menghambat dan atau aktivitas mikroba yang dalam ini dapat melindungi makanan dari pembusukan.

Mekanisme Kerja Pengawetan Pangan

Tujuan suplementasi bahan pengawet sebagai penghambat atau pertumbuhan mikroba, dalam mekanisme kerja bahan pengawet berbeda-beda pada setiap jenis makanan. Contohnya saja penambahan larutan garam NaCI dan gula pasir sebagai pengawet alami pada bahan makanan. Pemberian larutan garam gula yang baik harus lebih pekat dari pada sitoplasma pada sel mikroorganisme, dengan larutan konsentrasi tinggi dapat menarik cairan sel keluar dari sel mikroorganisme.

Ini akan menyebabkan sel mikroorganisme mengering atau mengering. Hal yang sama berlaku untuk aditif asam sebagai pengawet alami. Penambahan asam akan menurunkan pH sehingga kondisi ini dapat meningkatkan mikroba berbahaya terutama mikroba yang tidak tahan terhadap kondisi pH rendah. Untuk asam sintetik biasanya digunakan sebagai pengawet dan digunakan dalam dosis tertentu.

Asam benzoat, asam ini sangat efektif dalam menurunkan pertumbuhan mikroba pada produk makanan dengan pH rendah. Asam benzoat biasanya digunakan dalam jus dan makanan.

Asam propionat, asam propionat efektif mencegah pertumbuhan jamur pada roti dan produk tepung lainnya.

Asam sorbat, selama proses pembuatan keju, pemberian asam sorbat dapat menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diperlukan tanpa adanya pertumbuhan mikroba yang menguntungkan.

Sumber: blog.malavida.co.id