Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu yang bekerja dapat memberikan ASI khusus untuk bayinya. Namun terkadang para ibu masih bingung harus mencukupi kebutuhan ASI atau tidak. Jadi, manajemen ASI yang tepat diperlukan dan berapa banyak ibu bekerja yang menyusui atau menyusui dalam sehari?

Manajemen ASI yang dilakukan oleh ibu bekerja

Bagi ibu bekerja, pemberian ASI tetap dapat dilakukan dengan cara memutarkan atau memompa ASI, dengan tangan langsung atau pompa ASI. Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh orang tua tentang manajemen informasi ASI agar kebutuhan bayi Anda dapat terpenuhi.

1. Perkirakan kebutuhan untuk pemerahan
Sebelum Anda mulai menyusui, ibu yang bekerja perlu mengetahui berapa banyak ASI yang mereka butuhkan untuk bayinya. Menurut Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional, bayi usia 6 bulan minum sekitar 30 ml susu per jam. Bila Anda membiarkan bayi bekerja 10 jam, orang tua sebaiknya mempersiapkan dan memeras ASI 10 kali lebih besar dari kebutuhan satu jam, atau sekitar 300 ml – 365 ml.

Setelah bayi berumur 6 bulan, kebutuhan untuk menyusu berkurang.Selain itu ia mulai diberikan Pendamping ASI (MPASI). Selain itu, pada bayi yang terus menyusu hingga usia 2 tahun kebutuhan ASI akan berkurang setiap harinya.

Namun, setiap bayi membutuhkan jumlah ASI yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi ibu bekerja untuk menghitung berapa banyak ASI yang mereka konsumsi setiap hari agar kebutuhan ASI untuk buah hati Anda tidak mencukupi.

2. Jadwalkan pompa susu
Sebelum liburan usai, sebaiknya ibu yang bekerja mulai menyusui secara rutin, agar ASI yang ada dapat digunakan. Ini bisa dilakukan dengan interval setelah menyusui. Di sisi lain, pemerahan susu secara teratur juga dapat meningkatkan produksi ASI.

Pedoman umum jadwal menyusui dari pagi hingga malam, termasuk saat ibu di kantor:

Ibu yang bekerja juga sebaiknya mulai menyusui pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Menyusui selama 15-30 menit untuk membersihkan payudara.
Untuk bayi usia 6 bulan, ibu dapat memerah ASI setiap 3 jam sekali atau melakukan penyemprotan sebanyak 3 kali selama berada di kantor yaitu jam 10 pagi, 1 siang, dan 4 sakit.
Pada bayi usia 6-10 bulan, ibu boleh memeras ASI setiap 4 jam atau menyemprot dua kali di kantor pada jam 11 siang dan 3 kali sakit di kantor.
Untuk bayi berusia 10 bulan, ibu bisa diremukkan sehari sekali di kantor, yaitu setelah makan siang.
Begitu Anda pulang dari kantor, sebaiknya Bunda tetap langsung menyusui bayinya sesuai keinginan bayi Anda, termasuk pada malam kompilasi bayi selesai.
Ibu juga harus disuruh menyusui satu kali setelah bekerja, yaitu sebelum tidur.

3. Simpan dan berikan susu dengan benar
Dalam penatalaksanaan menyusui, ibu dapat dan memang membutuhkan tambahan ASI dan jika diberikan kepada bayi. Untuk penyimpanannya, Anda bisa menyimpan susu dalam botol kecil dan menaruhnya di lemari es di kantor. Jangan lupa untuk menuliskan nama bayi, tanggal, dan jam ASI yang dibawa setiap botol.

Saat pulang ke rumah, ASI harus berada di kantung pendingin atau kantung dingin khusus menggunakan es gel agar ASI lebih lama. Pasalnya, lamanya ASI dipengaruhi oleh suhu selama penyimpanan ASI.

Untuk memberi ASI, Anda bisa menggunakan susu yang sudah diperah selama sehari. Misalnya susu pada hari Senin bisa disimpan di lemari es untuk digunakan pada hari Selasa. ASI dihancurkan pada hari Selasa untuk digunakan pada hari Rabu. Jadi sampai susu sapih pada hari jumat bisa dibekukan di freezer.

Sedangkan untuk hari Senin, Anda bisa menggunakan susu beku di freezer. Anda perlu memindahkan ASI di lemari es selama seminggu agar menjadi cair dan selanjutnya ASI dapat dipanaskan pada hari Senin sebelum diberikan kepada bayi.