Zalim : Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya

Pada kesempatan ini, majalahpendidikan akan membahas dalam kategori agama Islam: memahami jenis kejahatan, jenis kejahatan dan contoh-contoh kejahatan.

Abhol atau dalam bahasa Arab Dholim dalam ajaran Islam disubordinasikan pada sesuatu atau sesuatu yang tidak benar. Pelaku disebut jahat dan kata melawan yang tidak adil itu benar.

Jenis Zalim

untuk. Melecehkan Allah SWT
Melecehkan Allah SWT. itu adalah ketidakadilan tertinggi. Melecehkan Allah SWT. itu bisa merupakan tindakan menghindar, tidak mengakui bahwa Allah itu Mahakuasa. dia adalah khaliq, dia tidak takut kepada Allah SWT dan banyak tindakan lainnya.

b. Melecehkan bagi tubuh karunia Allah Yang Mahakuasa.
Tubuh adalah karunia Allah SWT. yang harus dijaga. Anggota tubuh harus digunakan untuk melakukan tindakan yang membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan.
Tubuh tidak seharusnya digunakan untuk tujuan jahat. Menyakiti orang lain adalah perilaku ofensif yang menggunakan anggota tubuh mereka sebagai alat. Jangan biarkan anggota badan menjauhkan kita dari Allah SWT.

c. Melecehkan untuk properti
Harta adalah anugerah Allah SWT. dan deposito kadang-kadang akan diambil oleh pemilik.
Karunia barang harus bekerja lebih baik. Digunakan untuk membantu orang miskin dan yang membutuhkan.
Penggunaan properti untuk tindakan yang jauh dari Allah SWT. berarti merusak properti.

d. Jahat bagi manusia
Kekejaman manusia bisa dalam bentuk pemukulan, penghinaan, fitnah dan bentuk kejahatan lainnya. Kekejaman terhadap tipe ini sering dibahas dan muncul ke permukaan. Tindakan kekejaman lainnya sering dilupakan dan dihindari.

aku s. Buruk untuk sesama makhluk
Ada banyak bentuk kekejaman terhadap kawan-kawan. Contohnya termasuk merusak lingkungan, menyiksa hewan, tidak memberi makan hewan peliharaan dan tindakan lainnya.

Hadits Tentang Cedera

Menurut hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibn Sirin, di mana nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya) mengatakan: “di antara jenis atau bentuk kekejaman terhadap seorang saudara adalah apakah ia menyebutkan kejahatan yang diketahui oleh saudaranya dan menyembunyikannya semua kebaikannya “. Menurut kisah Abu Dzar Al-Ghifari ketika Rasulullah SAW menerima wahyu Allah dan Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku!

Kategori penyalahgunaan
Kekerasan dapat dibagi menjadi 2 kategori;

Yang pertama adalah mengalahkan diri sendiri (dosa dan kejahatan)
Yang kedua kejam terhadap orang lain (mengabaikan atau tidak mematuhi hak-hak orang lain yang berkewajiban untuk melakukannya).
Ada tiga jenis tirani:

Ketidakadilan yang tak termaafkan Tuhan sedang menghindar.
Ketidakadilan yang tak termaafkan dari Tuhan, tindakan seorang pelayan terhadap dirinya sendiri dalam hubungannya dengan Tuhan.
Kekejaman yang tidak akan ditoleransi Tuhan, tindakan hamba-hamba-Nya di antara sesamanya, karena mereka pasti akan diminta pada hari terakhir oleh mereka yang dilecehkan.

Contoh pelanggaran menurut Hadis
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibn Sirin, Rassullulah menyatakan bahwa “Di antara bentuk kekejaman terhadap saudaranya adalah ketika ia menyebutkan kejahatan yang ia tahu dari saudaranya dan menyembunyikan kebajikannya.

Dari kisah Abu Dzar Al-Ghifari dari Rasulullah SAW ketika menerima wahyu dari Allah bahwa Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya aku telah melarang kedurhakaan diriku sendiri dan telah menetapkannya di antara kamu; salah.

Dalam hadits lain, Muhammad berkata: “Takut akan kedurhakaan karena kegelapan adalah kegelapan pada hari kiamat”.