Alasan Memilih Kuliah Tehnik Penerbangan

Baru-baru ini, kejadian serupa juga terjadi dengan maskapai Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, Ethiopia, yang hanya berjarak 62 kilometer dari ibu kota Addis Ababa. Kecelakaan 10 Maret 2019 menewaskan 157 orang dengan 149 penumpang dan delapan awak.

Kedua tragedi itu menjadi viral karena tidak hanya menelan banyak korban, tetapi mereka juga menggunakan pesawat jenis yang sama, Boeing 737 Max 8, yang merupakan produksi terbaru Boeing. Banyak pihak berspekulasi bahwa itu ternyata merupakan masalah teknis yang merupakan otak dari dua kecelakaan tragis itu. Wow

Kecelakaan ini merupakan pukulan bagi dunia penerbangan. Tentu saja, ini adalah tugas kita semua untuk terus meningkatkan dan meningkatkan kualitas industri penerbangan yang ada. Kualitas penerbangan global tidak hanya terbatas pada kualitas penerbangan, Anda tahu. Banyak faktor yang memainkan peran penting di dunia ini, salah satu faktor utamanya adalah teknis.

Jika Anda tergerak untuk berpartisipasi dalam dunia penerbangan, terutama dari sudut pandang teknis, Quipperian dapat memilih Departemen Teknik Penerbangan sebagai program studi sambil melanjutkan pendidikan di universitas. Tetapi sebelum meninggalkan pemilihan di departemen, mari kita lihat tiga hal yang harus Anda ketahui tentang mempelajari teknik penerbangan.

Alasan memilih sekolah teknik penerbangan

Tidak perlu pergi terlalu jauh ke Jerman

Jika Quipperian tertarik pada dunia dirgantara, khususnya teknik penerbangan, tidak perlu terlalu jauh untuk belajar di Jerman untuk menjadi ahli penerbangan seperti Mr. Dirgantara Indonesia, BJ. Habibie. Quipperian hanya terdaftar di Departemen Teknik Penerbangan di International University Liaison Indonesia (IULI) untuk memperoleh pendidikan Teknik Penerbangan yang kualitasnya tidak kalah dengan kampus-kampus di Jerman.

Anda akan mendapatkan banyak keuntungan saat belajar di Departemen Teknik Penerbangan IULI, baik dalam konferensi maupun peluang profesional setelah lulus. Untuk mendukung kualitas dan meningkatkan kompetensi lulusan Teknik Penerbangan, IULI bekerja sama dengan University of Applied Sciences, Osnabrueck, Jerman. Kemudian, jika Quipperian memilih studi Teknik Penerbangan di IULI, ia akan menerima pengajaran dan materi yang mirip dengan kampus-kampus terkenal di Jerman. Keren kan?

Memiliki masa depan yang cerah

Siapa bilang, siapa yang memiliki masa depan cerah di dunia penerbangan hanyalah seorang pilot? Dengan semakin berkembangnya dunia penerbangan di seluruh dunia, permintaan akan profesi insinyur di bidang teknik penerbangan terus meningkat. Maka tidak ada keraguan tentang masa depan departemen ini. Apalagi dengan kompetensi tingkat tinggi yang diperolehnya dari IULI, dijamin siap bersaing dengan lulusan sejenis dari kampus internasional.

Di antara beragam bidang profesional yang dapat dicapai setelah lulus, studi Teknik Penerbangan meliputi; industri komponen pesawat terbang, industri perawatan pesawat, industri manufaktur dirgantara, industri jasa pemeliharaan maskapai, industri jasa penerbangan internasional dan juga industri otomotif. Begitu banyak peluang?

Selalu up to date dan menjalin hubungan dengan organisasi internasional

Lulusan teknik penerbangan harus selalu memantau perkembangan teknologi, peraturan tidak boleh kehilangan perkembangan terbaru terkait dengan bidang dirgantara. Karena itu, ketika memilih kampus nanti, penting untuk mempertimbangkan kampus yang memiliki hubungan dengan beberapa organisasi dirgantara nasional dan internasional.

Hubungan IULI dengan lembaga-lembaga internasional tidak perlu dipertanyakan, terutama di bidang industri dirgantara. Pada bulan April 2019, IULI, bersama dengan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Sumber : https://dosenpintar.co.id/