Cara Kerja Enzim dilengkapi dengan Struktur Dan Komponennya

Cara Kerja Enzim

Cara Kerja Enzim dilengkapi dengan Struktur Dan Komponennya

Taukah kamu bahwa sebagian besar tubuh manusia mengandung enzim pada organ serta sistem pencernaan. Enzim yang berada di tubuh berfungsi untuk memperlancar sistem kimiawi sehingga organ dapat bekerja lebih sempurna. Tentu enzim yang berada di dalam tubuh sangat penting karena jika enzim yang berada di dalam tubuh menghilang ini akan mengakibatkan sistem di dalam tubuh melambat karena tidak dapat bekerja semestinya.

Enzim sendiri merupakan biokatalis berupa zat organik dan non organik yang dihasilkan oleh suatu jaringan untuk meningkatkan fungsi kimiawi  dan mengaktifkan senyawa lain secara spesifik. Struktur enzim terdiri dari komponen protein dan non protein, komponen protein disebut sebagai apoenzim sementara komponen non protein delisebut sebagai kofaktor yang terdiri atas koenzim dan gugus prostetik

Fungsi enzim sangat penting bagi makhluk hidup terutama pada manusia. Enzim akan mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh dan membatu dalam suatu sistem organ. Enzim bekerja dibeberapa bagian tubuh biasanya, enzim paling banyak mengandung di pankreas, usus besar, lambung, mulut dan sebagianya.

Sumber : https://EKOSISTEM.Co.Id

 

Cara Kerja Enzim
Cara Kerja Enzim

Cara Kerja Enzim

Enzim sendiri bekerja dengan cara mengikat reaktan atau substrat yang bisa menyebabkannya berada pada posisi yang diinginkan dan energi yang lebih rendah dari energi aktivitasnya. Berikut ini adalah cara kerja atau mekanisme kerjanya:

Lock and Key analogy

Diketahui enzim mempunyai struktur sisi spesifik yang cocok dengan substrat, karena substrat atau bagian substrat harus mempunyai bentuk yang sama dan tepat dengan sisi katalitik enzim itu sendiri. Agar bisa terbentuk kompleks antara enzim dan substrat, substrat tersebut harus ditarik terlebih dahulu oleh sisi katalik enzim yang cocok dengan substrat tersebut. Untuk menggambarkan kondisi ini bisa menggunakan analog kunci dan lubang kunci yang dimasuki harus sesuai untuk dapat membuka pintu, atau dengan kata lain untuk mendapatkan reaksi dan mengaktifkan kinerjanya.

Induced Fit theory

Teori yang satu ini mempertimbangkan fleksibilitas protein sehingga terjadi pengikatan antara subtract dan enzim yang bisa menyebabkan sisi aktif dan juga mengubah konfirmasinya sehingga subtratnya menjadi cocok, teori ini bisa menerangkan fase transisi komplek dan lokasi aktif beberapa enzim sendiri memiliki konfigurasi yang tidak kaku. Enzim akan berubah bentuk dengan cara menyesuaikan diri dengan bentuk subtrat yang telah terjadi sebuah pengikatan. Enzim lah yang menyesuaikan diri untuk mencari subtract yang cocok yang telah terkait sehingga tautan yang cocok pada keduanya bisa diinduksikan ketika telah terbentuk kompleks enzim subtract.

Komponen dan struktur enzim terbilang sederhana. Komponen ini bekerja dalam suatu organ atau sistem tubuh manusia. Apa saja komponen dan struktur enzim. Berikut penjelasan mengenai komponen dan struktur enzim beserta pengertian dan fungsinya.

Apoenzim

Struktur enzim yang pertama adalah opoenzim atau biasa disebut sebagai apoprotein. Apoenzim merupakan bagian dari protein yang berfungsi sebagai tempat melekatnya substrat. Apoenzim memliki ciri-ciri sensitif terhadap suhu atau Thermo labil. Oleh karena itu Apoenzim mudah hancur atau menghilang ketika terkena suhu yang terlampau panas dan tentu ini akan menghancurkan bagian enzim.

Pada Apoenzim terdapat sisi aktif yang bekerja pada sisi yang berkaitan dengan substrat atau zat yang dijadikan produk. Komponen ini akan mengikat molekul substrat sehingga terjadi proses katalis. Sementara sisi yang satunya lagi adalah sisi alosterik. Alosterik pada Apoenzim akan berkaitan langsung dengan kofaktor.

Kofaktor

Kofaktor merupakan bagian enzim yang berkaitan dengan alosterik. Kofaktor sendiri merupakan enzim dengan komponen non protein bebeda dengan Apoenzim. Sifat yang terdapat pada kofaktor dapat mengubah sisi aktif sehingga dapat ditempeli oleh substrat tertentu.  Kofaktor sendiri memeliki dua komponen yang mengandung di dalamnya yaitu koenfim dan gugus prostetik. Perbedaan Anatar ke dua komponen ini terletak pada ikatan antara senyawa enzim. Berikut penjelasan perbedaan antar koenfim dan gugus prostetik.

Koenzim

Koenzim merupakan kofaktor senyawa organik yang berkaitan langsung dengan senyawa non kovalen pada enzim. Berbeda dengan Apoenzim koenfim memliki sifat yang tahan terhadap panas. Selain tahan terhadap suhu yang panas koenfim juga ribosa dan fosfat, larut terhadap air dan bisa bersatu dengan Apoenzim untuk membentuk senyawa holoenzim.

Gugus prostetik

Berkebalikan dengan koenzim, gugus prostetik merupakan senyawa organik yang berkaitan secara kovalen dengan enzim. Seperti yang sudah disebutkan koenfim mengandung senyawa organik seperti vitamin dan ion logam.

Enzim yang berada di dalam tubuh merupakan enzim yang terdiri atas senyawa non organik dan organik. Meskipun penelitian sudah membuktikan bahwa sebagian besar enzim yang berada di tubuh manusia adalah senyawa organik namun dibeberapa organ bagian tubuh terdapat senyawa enzim non protein. Enzim ini juga dapat membantu dalam mempercepat kan proses senyawa kimiawi dalam tubuh manusia.

Sekian penjelasan mengenai cara kerja enzim baik dari struktur enzim maupun komponen dari enzim serta fungsi dari komponen tersebut. Semoga artikel ini dapat menambah edukasi dan pembelajaranmu. Sekian dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Artikel Lainnya :