Ketuban Pecah Dini, Ini Yang Wajib Anda Ketahui!

Biasanya ada fraktur membran sebelum persalinan, yaitu saat kehamilan mencapai usia 38-40 minggu. Namun, kadang-kadang selaput ketuban pecah sebelum waktunya. Kondisi ini disebut pecah dini diafragma dan dapat membahayakan kondisi ibu dan anak.

Cairan ketuban adalah cairan di dalam kantung yang mengelilingi janin di dalam rahim. Dalam kondisi normal, pengetatan amnion ini pecah tepat sebelum kelahiran. Namun, ada kalanya membran pecah lebih cepat dari yang seharusnya.

Apa yang perlu Anda ketahui tentang membran yang pecah lebih awal

Seorang wanita hamil harus mengalami ketuban pecah dini jika:

Cairan disaring sebelum kehamilan memiliki 37 minggu. Semakin awal membran pecah, semakin berbahaya bagi ibu dan anak.
Selaput pecah ketika usia kehamilan mendekati perkiraan hari kelahiran, tetapi kontraksi tidak terjadi dalam 24 jam sesudahnya.

Penyebab wabah cairan ketuban prematur

Penyebab pasti dari ketuban pecah dini belum diketahui. Namun, diyakini bahwa kondisi ini disebabkan oleh melemahnya kantung ketuban atau oleh adanya tekanan berlebihan di sekitar membran, misalnya karena kontraksi rahim.

Lebih lanjut, berbagai faktor dapat meningkatkan risiko ketuban pecah dini:

  • Ada infeksi saluran kemih, rahim, leher rahim atau vagina.
  • Terlalu banyak cairan ketuban (polydramnios) atau kehamilan kembar, menyebabkan peregangan rahim dan kantung ketuban yang berlebihan.
  • Wanita hamil dengan berat badan berkurang atau kurang.
  • Kebiasaan merokok selama kehamilan
  • Mereka melakukan biopsi atau operasi pada leher rahim (serviks).
  • Mereka menderita ledakan membran yang prematur.
  • Mereka mengalami episode perdarahan selama kehamilan.
  • Menderita penyakit menular seksual selama kehamilan.

Pengobatan ruptur dini cairan ketuban

Berurusan dengan membran yang pecah prematur biasanya disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi janin dalam rahim, dan kesehatan ibu. Berikut adalah beberapa perawatan yang akan dilakukan dokter karena ketuban pecah dini:

1. Kehamilan selama lebih dari 37 minggu

Jika ketuban pecah dini terjadi ketika usia kehamilan telah melampaui 37 minggu, janin dalam rahim harus segera dilahirkan. Semakin lama proses kerja berlangsung, semakin besar kemungkinan wanita hamil dan janin terinfeksi.

2. Usia kehamilan kedua 34-37 minggu

Dokter Anda mungkin akan menyarankan agar Anda melahirkan sehingga bayinya lahir beberapa minggu sebelumnya. Ini dilakukan untuk menghindari infeksi pada anak.

3. Usia kehamilan 23-34 minggu

Sebagai aturan, dokter menyarankan untuk menunda persalinan sehingga janin dalam rahim memiliki cukup waktu untuk tumbuh dan berkembang. Wanita hamil menerima antibiotik untuk mencegah infeksi dan kortikosteroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin.

4. Kehamilan berlangsung kurang dari 23 minggu

Jika membran pecah sebelum rahim berusia 23 minggu, dokter harus menilai kondisi ibu dan janin untuk menentukan apakah kehamilan berisiko tinggi harus dipertahankan. Ketuban pecah dini pada usia kehamilan muda, dokter dapat memberikan obat untuk relaksasi rahim dan cairan amnion tambahan (infus amnion).

Wanita hamil yang berisiko ketuban pecah dini seperti yang disebutkan di atas disarankan untuk secara teratur melakukan pemeriksaan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk menghindari ketuban pecah dini.

Baca Juga :

Harga Motor Trail Husqvarna Semua Tipe 2019

Pengertian Hidrosfer, Siklus dan Unsur-Unsurnya