Efek negatif pada game

Ada banyak penelitian tentang efek permainan pada perkembangan anak. Beberapa penelitian menunjukkan hasil positif, tetapi banyak penelitian menunjukkan yang sebaliknya. Para peneliti mengklaim bahwa, terlepas dari anak yang bermain di konsol genggam portabel, laptop, tablet atau smartphone, frekuensi permainan pada dasarnya akan memiliki efek yang merugikan pada pertumbuhan anak di masa depan.

Efek negatif pada game

Berikut adalah beberapa efek negatif yang dapat terjadi pada anak-anak ketika mereka sering bermain:
1. Masalah kesehatan

obesitas pada anak-anak

Tahukah Anda bahwa frekuensi permainan dapat memicu berbagai penyakit kronis? Tanpa disadari, gim jatuh ke gaya hidup yang menetap karena membuat Anda malas. Ya, saat Anda bermain, hanya mata dan tangan Anda yang fokus pada pekerjaan. Sementara bagian tubuh lainnya tetap diam.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, ada risiko lebih besar dari obesitas, melemahnya otot dan persendian, dan bahkan penurunan penglihatan yang signifikan karena paparan cahaya biru dari layar gadget. Anda juga berisiko mengalami lebih banyak masalah kesehatan jika kebiasaan buruk ini disertai dengan pola makan yang buruk, merokok atau minum alkohol.

Anda mungkin tidak langsung merasakan risiko gaya hidup yang tidak aktif. Biasanya, dampak kebiasaan buruk ini mulai terasa selama bertahun-tahun setelah terbiasa dengan rutinitas.
2. Mengurangi kinerja sekolah di sekolah

Kegembiraan yang ditawarkan saat bermain sangat berbeda dari hari-hari ketika seorang anak belajar di sekolah. Ya, jika di sekolah anak-anak umumnya merasa bosan dan tertekan, itu berbeda ketika mereka bermain.

Jika anak itu dalam fase kecanduan game, ia akan melakukan apa saja untuk bermain. Akibatnya, banyak anak tidak terkonsentrasi ketika mereka mengambil pelajaran di kelas, malas belajar dan berani bolos sekolah. Hal-hal ini menyebabkan penurunan hasil sekolah untuk anak-anak di sekolah.
3. Mundur dari kehidupan sosial

anak-anak bermain dengan gadget

Anak-anak yang kecanduan game cenderung lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan misi permainan yang mereka mainkan. Ini pasti akan berdampak negatif pada kehidupan sosial anak nanti. Karena anak lebih suka berinteraksi secara digital daripada di dunia nyata. Dalam istilah psikologis kondisi ini disebut asocial.

Asocial adalah disfungsi kepribadian yang ditandai dengan penarikan dan penghindaran sukarela dari setiap interaksi sosial. Orang anti-sosial cenderung tidak peduli dengan orang lain dan terlibat dengan dunia mereka.

Biasanya, anak-anak yang asosial sering canggung ketika diminta untuk memulai percakapan dan merasa cepat bosan ketika mereka diundang ke pertemuan yang melibatkan banyak orang.
4. Perilaku agresif

anak yang keras kepala

Konten kekerasan yang ditawarkan oleh banyak video game dapat membuat anak-anak tidak sabar dan berperilaku agresif dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka akan lebih marah dan mudah tersinggung ketika mereka dilarang atau meminta untuk berhenti bermain.

Hilangnya kontrol diri ini berarti bahwa anak-anak cenderung memberi prioritas pada permainan dalam kehidupan mereka. Akibatnya, anak-anak akan memiliki berbagai cara untuk dapat menyelesaikan keinginan untuk candu, terlepas dari konsekuensi dan risikonya. Termasuk berperilaku agresif dengan orang lain.
5. Gangguan mental

mengurangi stres pada remaja

Kecanduan judi ditandai ketika anak tidak lagi bisa mengendalikan keinginan untuk bermain. Akibatnya, anak-anak memiliki keinginan untuk bermain terus-menerus.

Kabar buruknya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukkan kecanduan judi sebagai salah satu kategori gangguan mental baru yang disebut gangguan judi. Ini didasarkan pada fenomena meningkatnya kasus kecanduan judi di berbagai belahan dunia.

Rencananya, gangguan perjudian diusulkan untuk dimasukkan dalam kategori luas “Gangguan mental, perilaku dan perkembangan saraf”, terutama di bawah subkategori “gangguan penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif”.

Ini berarti bahwa para ahli kesehatan di seluruh dunia setuju bahwa kecanduan judi dapat memiliki dampak yang sama pada kecanduan alkohol dan narkoba.
Waktu yang ideal untuk bermain

kecanduan game

Dari berbagai penjelasan di atas, Anda mungkin bertanya pada diri sendiri berapa, waktu ideal untuk bermain?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Oxford di Inggris, anak-anak tidak boleh bermain lebih dari satu jam sehari. Tidak hanya permainan, tetapi juga orang tua meminta orang tua untuk membatasi waktu yang dihabiskan anak-anak menggunakan perangkat elektronik.

Ini karena anak juga dapat menghabiskan waktu di belakang layar komputer seperti smartphone

Baca juga :