Kiat untuk pulang dan bepergian jauh saat puasa

Selain orang sakit, wanita hamil dan menyusui, puasa sebenarnya diringankan bahkan untuk orang yang melakukan perjalanan jarak jauh selama puasa.

Bahkan jika Anda benar-benar berniat untuk melanjutkan puasa dalam perjalanan pulang atau melakukan perjalanan jarak jauh, adalah ide yang baik untuk melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Mengapa cepat dengan bepergian cukup jauh untuk menghabiskan energi. Jadi apa yang harus disiapkan?

Kiat untuk pulang dan bepergian jauh saat puasa

Berikut beberapa tips jika ingin menempuh perjalanan panjang saat puasa. Misalnya, jika Anda ingin pulang ke kota atau pergi berlibur ke luar kota menggunakan mobil pribadi.
1. Rencanakan perjalanan

Sejauh mungkin, hindari bepergian jauh tanpa perencanaan yang matang. Pastikan Anda tahu dengan jelas ke mana harus pergi, berapa lama untuk sampai ke sana dan jalan akses yang akan dilalui. Dengan cara ini Anda dapat meminimalkan risiko terburuk yang dapat terjadi selama perjalanan.
2. Pertahankan resistensi

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan lupa menjaga tubuh tetap bugar saat bepergian jauh. Adalah ide yang baik untuk mulai menyiapkan perlawanan jauh sebelum keberangkatan. Ingat, Anda tahu kondisi tubuh Anda sendiri.

Jadi, jika Anda ingin melakukan perjalanan panjang selama puasa, perhatikan kondisi tubuh Anda agar daya tahan tetap terjaga selama perjalanan. Saat fajar dan jeda cepat, konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan seng untuk memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah lelah dan sakit. Jangan mengemudi saat mengantuk.
3. Memuaskan asupan nutrisi dan cairan

Sebelum berangkat, pastikan Anda telah menyelesaikan asupan nutrisi makanan sehat yang Anda konsumsi saat sahur dan istirahat dengan cepat. Jangan lupa untuk memasok cukup cairan, ini dimaksudkan agar cairan dalam tubuh tetap terjaga. Selain air, jika memungkinkan, Anda dapat mengonsumsi vitamin untuk membantu menjaga stamina saat bepergian jauh. Selain itu vitamin juga akan membuat tubuh Anda tetap dingin selama perjalanan.
4. Lakukan perjalanan malam

Jika Anda tidak ingin terlalu lelah dan tetap tenang selama perjalanan, Anda harus mencoba memulai perjalanan malam. Selain tidak terkena sinar matahari yang dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan dengan cepat, selama perjalanan malam Anda memiliki banyak energi karena Anda baru saja berbuka puasa.

Keuntungan lain jika Anda melakukan perjalanan malam adalah ketika Anda haus atau lapar dalam perjalanan, Anda dapat dengan mudah minum dan makan. Dengan cara ini, kadar gula darah akan kembali normal untuk memungkinkan Anda lebih fokus pada perjalanan Anda. Ini jelas tidak dapat dilakukan jika Anda melakukan perjalanan sehari, bukan?
5. Bawa obat-obatan

Berbagai kemungkinan dapat terjadi selama Anda melakukan perjalanan jarak jauh. Selanjutnya, kondisi orang yang berpuasa relatif rentan. Jadi tidak ada salahnya bersiap-siap untuk membawa obat Anda ke kotak P3K. Siapa tahu, di tengah perjalanan Anda akan membutuhkan obat sebagai pertolongan pertama.

Beberapa obat yang dapat Anda siapkan sebagai obat sakit kepala, minyak angin, obat anti-mabuk, kasa dan obat merah.
6. Persiapan membawa makanan untuk berbuka puasa

Menjadi seorang musafir yang bepergian selama puasa, kemungkinan besar Anda harus berbuka puasa selama perjalanan. Daripada mengambil risiko dengan membeli makanan di jalan yang tidak Anda ketahui untuk kualitas dan kebersihan tertentu, yang terbaik adalah menyiapkan persediaan untuk berbuka puasa.

Tidak perlu menyiapkan makanan yang rumit. Makanan sederhana sudah cukup untuk membatalkan puasa, seperti air mineral dan roti gandum.

Baca juga :